Rumah / Berita / Berita Industri / Analisis perbandingan biaya produksi Kertas Kraft Berlapis PLA Seri P+ dan bahan kemasan tradisional
Analisis perbandingan biaya produksi Kertas Kraft Berlapis PLA Seri P+ dan bahan kemasan tradisional
Pengarang: Admin Tanggal: Nov 28, 2024

Analisis perbandingan biaya produksi Kertas Kraft Berlapis PLA Seri P+ dan bahan kemasan tradisional

1. Komposisi biaya produksi sebesar Kertas Kraft Dilapisi PLA Seri P
Kita perlu memahami proses produksi Kertas Kraft Dilapisi PLA Seri P. Komponen intinya adalah kertas kraft dan lapisan PLA (asam polilaktat). Proses produksi terutama mencakup langkah-langkah berikut:
Produksi kertas kraft: Kertas kraft dibuat dari pulp kayu atau kertas bekas melalui pembuatan pulp, produksi mesin kertas, dan proses lainnya. Bahan bakunya relatif ramah lingkungan dan biaya rendah. Biaya produksi kertas kraft sendiri bergantung pada sumber bahan baku (seperti harga pulp kayu) dan efisiensi proses produksi.
Produksi pelapisan PLA: Proses produksi pelapisan PLA biasanya melibatkan pelarutan resin PLA dalam pelarut dan pelapisnya pada permukaan kertas kraft. Harga resin PLA lebih tinggi dibandingkan plastik tradisional seperti polietilen (PE) dan polipropilen (PP) karena PLA diekstraksi dari tanaman pati (seperti jagung atau tebu) melalui fermentasi. Proses ini lebih rumit dan harga bahan baku sangat berfluktuasi.
Pengeringan dan pemrosesan lapisanan: Kertas kraft yang dilapisi perlu dikeringkan dan dihancurkan, lalu dipotong, dikemas, dan proses selanjutnya lainnya. Biaya bagian ini terutama dipengaruhi oleh investasi dan efisiensi penggunaan peralatan pemrosesan.
Biaya produksi kertas kraft berlapis PLA seri P lebih tinggi dibandingkan bahan kemasan tradisional, yang terutama tercermin pada biaya lapisan PLA dan konsumsi energi dalam proses produksi.

2. Bandingkan biaya dengan bahan kemasan tradisional
Bahan kemasan tradisional (seperti film plastik, kertas poliester, dll.) biasanya memiliki biaya produksi yang lebih rendah. Mengambil contoh bahan kemasan polietilen (PE) dan polipropilen (PP) pada umumnya, pengadaan bahan baku dan proses produksi bahan tersebut relatif sederhana, serta harga bahan bakunya relatif stabil. Sebaliknya, harga bahan PLA sangat berfluktuasi dan membutuhkan teknologi produksi yang lebih tinggi serta pemrosesan yang canggih.
Khususnya, bahan pelapis (PLA) dari Kertas kraft berlapis PLA seri P biasanya 20% hingga 40% lebih mahal dibandingkan film plastik tradisional seperti polietilen. Selain itu, proses produksi bahan PLA memerlukan konsumsi energi yang lebih besar, terutama proses pengeringan dengan suhu tinggi, yang selanjutnya meningkatkan biaya produksi. Oleh karena itu, dari segi biaya produksi satu produk, kertas kraft berlapis seri PLA P biasanya jauh lebih mahal daripada kertas kemasan plastik tradisional.

Dengan kemajuan teknologi yang berkelanjutan, biaya produksi PLA secara bertahap telah ditingkatkan. Dalam beberapa tahun terakhir, proses produksi PLA telah mengalami inovasi hingga batas tertentu, dan biaya produksi telah berkurang. Selain itu, harga bahan baku (seperti tepung maizena) juga diturunkan sampai batas tertentu, yang berdampak positif pada penurunan biaya bahan PLA.

3. Trade-off antara kualitas dan daya saing
Meskipun biaya produksi Kertas Kraft Berlapis PLA Seri P lebih tinggi dibandingkan bahan kemasan tradisional, namun memiliki keunggulan kualitas sebagai berikut, yang membuatnya sangat kompetitif di bidang perlindungan lingkungan:
Daya terurai: Dibandingkan dengan bahan kemasan plastik, Kertas Kraft Berlapis PLA Seri P memiliki kemampuan terurai secara hayati yang sangat baik. Kertas kraft berlapis PLA dapat terdegradasi dalam waktu singkat, dengan polusi minimal terhadap lingkungan, sedangkan kemasan plastik tradisional membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, sehingga berdampak serius terhadap lingkungan ekologi.
Daur ulang: Selain kinerja degradasi yang baik, Kertas Kraft Dilapisi PLA Seri P juga dapat didaur ulang dan digunakan kembali untuk mengurangi limbah sumber daya. Kemasan plastik tradisional seringkali tidak dapat didaur ulang secara efektif, atau sulit didaur ulang, sehingga mengakibatkan pemborosan sumber daya dan beban lingkungan.
Kemampuan cetak: Kertas Kraft Berlapis PLA Seri P memiliki kehalusan permukaan yang baik, cocok untuk pencetakan berkualitas tinggi, dan dapat memenuhi persyaratan desainer kemasan untuk tampilan dan sentuhan. Kemasan plastik tradisional seringkali memerlukan pengiriman khusus karena permukaannya yang sangat mengkilap dan rentan terhadap listrik statis.
Namun, keunggulan kualitas ini perlu dibandingkan dengan biaya produksi. Tingginya harga Kertas Kraft Berlapis PLA Seri P mungkin tidak sepenuhnya menggantikan bahan kemasan tradisional dalam jangka pendek, terutama di pasar yang sensitif terhadap harga. Bagi konsumen, pemilihan bahan kemasan ini memerlukan keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan biaya.

4. Bagaimana mencapai harga yang lebih kompetitif
Meskipun biaya produksi Kertas Kraft Berlapis PLA Seri P tinggi, ada beberapa faktor yang dapat mendorong harga secara bertahap mendekati bahan kemasan tradisional:
Efek Skala: Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, skala produksi Kertas Kraft Berlapis PLA Seri P akan semakin meluas, sehingga menurunkan biaya produksi. Produksi skala besar membantu mengurangi biaya tetap, meningkatkan efisiensi produksi, dan selanjutnya mengurangi biaya per unit.
Kemajuan teknologi: Dengan inovasi teknologi yang berkelanjutan, proses produksi bahan PLA akan semakin matang. Misalnya, rantai pasokan bahan baku produksi PLA (seperti jagung, tebu, dll.) telah ditingkatkan secara bertahap, sehingga dapat mengurangi biaya pengadaan bahan baku. Pada saat yang sama, optimalisasi proses pelapisan PLA juga dapat membantu mengurangi biaya produksi.
Kebijakan dukungan: Semakin banyak negara dan wilayah yang menerapkan kebijakan perlindungan lingkungan untuk mendorong penggunaan bahan-bahan yang dapat terbiodegradasi. Kebijakan ini akan memberikan lebih banyak peluang pasar untuk kertas kraft berlapis PLA seri P, dan juga dapat memberikan subsidi dan dukungan pemerintah, sehingga semakin mengurangi biaya produksinya.

Membagikan:
Hubungi kami

Tinggalkan Komentar