1. Kualitas bubur kayu
Pulp kayu adalah salah satu bahan baku utama untuk dibuat kertas kraft coklat . Kualitasnya memiliki dampak penting pada ketahanan air mata kertas. Kualitas bubur kayu menentukan struktur serat, kekuatan dan daya tahan kertas. Berbagai jenis pulpa kayu (seperti pulp kayu lunak, bubur lebar lebar, dll.) Akan memengaruhi berbagai sifat kertas.
Bubur kayu lunak (bubur kayu lunak) dan ketahanan air mata
Bubur kayu lunak berasal dari pohon -pohon konifer seperti pinus dan cemara. Seratnya panjang dan fleksibel dan dapat memberikan kekuatan tarik tinggi. Semakin lama serat dalam bubur kayu lunak dapat membentuk jaring serat yang lebih kuat, sehingga meningkatkan ketahanan air mata kertas. Karena panjang dan kekuatan serat ini, kertas kraft coklat yang diproduksi dari bubur kayu lunak biasanya menunjukkan ketahanan air mata yang lebih baik dan daya tahan.
Bubur kertas lebar (bubur kayu keras) dan resistensi air mata
Bubur berdaun lebar berasal dari pohon berdaun lebar seperti Oak dan Birch. Pohon -pohon ini memiliki serat yang lebih pendek tetapi ketangguhan yang lebih tinggi. Kertas bubur kayu memiliki permukaan yang halus dan penyerapan air yang baik, tetapi ketahanan air mata biasanya tidak sebagus kertas bubur kayu lunak. Bubur kayu keras biasanya digunakan untuk meningkatkan kelembutan dan kemampuan pencetakan kertas, tetapi jika diperlukan ketahanan air mata yang kuat, bubur kayu keras saja mungkin tidak seefektif bubur kayu lunak.
Panjang serat dan kualitas bubur kayu
Selain sumber bubur kayu, panjang serat dan kualitas bubur kayu juga merupakan faktor kunci yang mempengaruhi kekuatan kertas. Serat yang lebih panjang dapat menjalin satu sama lain untuk membentuk struktur jaringan yang lebih ketat, meningkatkan kekuatan dan ketahanan air mata secara keseluruhan. Bubur kayu berkualitas tinggi biasanya memiliki kualitas serat yang lebih tinggi dan panjang serat yang lebih panjang, yang memungkinkan kertas menahan lebih banyak tekanan dan tidak mudah untuk robek.
2. Penggunaan bubur daur ulang
Bubur daur ulang adalah bahan baku penting lainnya untuk kertas kraft coklat. Bubur daur ulang biasanya terbuat dari bahan daur ulang seperti kertas limbah dan kardus melalui proses seperti depin dan cuci. Bubur daur ulang memiliki keunggulan yang signifikan dalam perlindungan lingkungan dan mengurangi biaya produksi, tetapi kualitasnya juga dapat mempengaruhi ketahanan air mata kertas.
Perbedaan kualitas pulp daur ulang
Kualitas pulpa daur ulang terkait erat dengan sumber dan proses pemrosesannya. Bubur daur ulang dari bahan baku berkualitas tinggi (seperti karton limbah, kertas kantor, dll.) Biasanya memiliki kualitas serat yang baik, dan kertas kraft yang terbuat darinya juga dapat mempertahankan ketahanan air mata yang kuat. Kertas limbah dari sumber yang buruk (seperti kertas pencetakan tinta, kertas dengan pelapis kimia, dll.) Dapat mempengaruhi kualitas pulpa, menghasilkan kekuatan yang buruk dan ketahanan air mata rendah dari kertas kraft coklat.
Resistensi pulp dan air mata daur ulang
Bubur daur ulang biasanya mengandung serat yang lebih pendek, dan ketahanan air mata biasanya tidak sebagus bubur kayu. Serat pulp daur ulang secara bertahap akan menjadi lebih pendek dan lebih rapuh selama penggunaan dan pemrosesan berulang, menghasilkan penurunan kekuatan struktural keseluruhan kertas. Namun demikian, dengan mengoptimalkan proses pemrosesan pulpa yang didaur ulang dan mengurangi kotoran dan benda asing di pulp, kekuatan kertas masih dapat ditingkatkan sampai batas tertentu.
Penggunaan aditif
Selama proses pembuatan, produsen dapat menambahkan beberapa aditif kimia untuk meningkatkan kualitas serat dan kekuatan pulpa daur ulang. Aditif ini termasuk agen penguat, agen ikatan silang, fleksibilis, dll., Yang dapat meningkatkan struktur pulpa daur ulang dan meningkatkan gaya ikatan di antara serat, sehingga meningkatkan ketahanan air mata kertas. Penggunaan aditif juga harus berhati -hati, karena penggunaan yang berlebihan dapat mempengaruhi kinerja lingkungan kertas.
3. Teknologi Pemrosesan Bahan Baku
Teknologi pemrosesan bahan baku adalah faktor penting lain yang mempengaruhi ketahanan air mata kertas. Dalam proses produksi kertas, bubur kayu dan pulp daur ulang akan melalui proses pemrosesan tertentu, termasuk memasak, pemutihan, pemukulan, dll. Langkah -langkah proses ini secara langsung mempengaruhi struktur serat dan kekuatan kertas.
Proses pulp
Pulp adalah proses mengolah serat secara mekanis dalam pulpa kayu atau pulpa daur ulang. Melalui pemukulan, serat di pulp akan tersebar lebih lanjut dan memanjang untuk membentuk jaringan serat yang lebih seragam. Dalam proses ini, panjang dan bentuk serat akan mempengaruhi ketahanan air mata kertas. Pemukulan yang tepat dapat meningkatkan kekuatan kertas dan meningkatkan ketahanan air matanya.
Membentuk dan menekan
Selama proses pembentukan kertas, bubur kertas akan dilapisi secara merata di layar untuk membentuk lapisan kertas tipis. Selama proses menekan setelah pembentukan, kertas akan mengalami tekanan tinggi, yang membantu membuat serat lebih dekat, sehingga meningkatkan kekuatan kertas. Tekanan dan waktu menekan juga secara langsung mempengaruhi ketahanan air mata kertas. Penekanan yang tidak tepat dapat menyebabkan permukaan kertas yang terlalu ketat, membuatnya rapuh dan rentan untuk merobek.
Pemutih dan dekontaminasi
Pemutihan adalah proses yang digunakan untuk menghilangkan pigmen alami di bubur kayu untuk membuat kertas lebih putih. Sementara kertas kraft coklat biasanya tidak diputihkan, bahkan bubur kayu yang tidak dikelantang dapat melalui beberapa proses dekontaminasi untuk menghilangkan kotoran dan resin yang tidak diinginkan. Ini membantu meningkatkan keseragaman dan kekuatan kertas, membuatnya lebih kuat dan lebih tahan terhadap robek.3